Di Balik Air Mata Ranieri

Di Balik Air Mata Ranieri

Agen Bola Terpercaya, Leicester – Claudio Ranieri meneteskan air mata selesai Leicester City menumbangkan Sunderland akhir minggu lantas. Ranier terharu, lantaran memandangnya masifnya support supporter.

Tangis Ranieri tertangkap kamera di Stadium of Light, Minggu (10/4/2016) selesai Leicester mengalahkan Sunderland 2-0. Kemenangan itu semakin mendekatkan The Foxes ke tangga juara Premier League.

Dengan kemenangan itu, Leicester yang memuncaki klassemen melindungi jarak dengan Tottenham Hotspur di peringkat dua tetaplah tujuh poin. Dengan lima minggu tersisa, saat ini mereka tinggal perlu tiga kemenangan untuk meyakinkan gelar juara.

Perihal ini pula yang sedikit dirayakan supporter tandang Leicester selesai peluit akhir pertandingan di Stadium of Light berbunyi. Mereka berdiri di tribun, berjingkrak, lantas menyanyikan chants kemenangan serta mengapresiasi perjuangan tim hari itu.

Atmosfer itu bikin Ranieri terharu. Waktu beranjak meninggalkan lapangan sambil memberi penghormatan untuk beberapa supporter, air matanya terlihat menetes.

“Itu bukanlah tangis yang sebenarnya, tetapi air mata yang tertahan. Itu yaitu peristiwa yang emosional. Lihat kebanyakan orang ada di sekitaran kami, semua keluarga di bus-bus dalam balutan seragam Leicester ikuti kami hingga Sunderland, itu bikin saya begitu tersentuh, ” tutur Ranieri pada Gazzetta dello Sport.

“Di bebrapa waktu seperti itu Anda mengerti kemampuan mengagumkan dari sepakbola. Saat berolahraga kami membawa beberapa hal positif seperti ini Anda tidak dapat tetaplah acuh tidak acuh. ”

“Di ruangan media kemudian, saya menginginkan menerangkan rencana ini. Namun telah susah untuk saya untuk menerangkan ekspresi itu dalam bhs Italia, terlebih Inggris. ”

“Saya miliki peran umum serta saya menginginkan coba berkepala dingin. Saya mesti memberi tanda terang untuk tim saya, saya tidak dapat terbawa oleh emosi, ” imbuhnya seperti diambil Football Italia.

Bagaimanapun, cerita Ranieri serta Leicester musim ini memanglah sangat mengambil alih perhatian. Memulai musim dengan diperkirakan tidak jauh-jauh dari zona degradasi, mereka malah melaju memberikan keyakinan serta mengungguli tim-tim raksasa.

Sorotan masif ini dimaksud Ranieri tidak lepas dari peran media. Dia lalu membandingkannya dengan debut berbarengan Valencia di periode pertama pada 1997-1999.

Baca Juga : Berlusconi Berterima Kasih ke Mihajlovic, Mengharapkan ke Brocchi

“Itu yaitu kemampuan media. Di th. 90-an saat saya melatih Valencia serta kami memperoleh hasil-hasil utama, hal semacam itu tak menimbulkan angin puyuh seperti ini, ” tuturnya.

“Sekarang ini ada semuanya stasiun TV ini yang mana membawa kompetisi dari semua dunia ke ruangan keluarga Anda, lantas ada Facebook serta Twitter, ada internet juga, ” sekian pelatih 64 th. ini.

Sepanjang dua th. di periode pertama berbarengan Valencia, Ranieri mencapai gelar Copa del Rey serta trofi Piala Intertoto. Dia juga berjasa mengantarkan Valencia maju ke Liga Champions sesudah finis di posisi empat pada musim 1998/1999.